Jumat, 03 Februari 2017

PENDAKIAN PERTAMA | Karangge18



PENDAKIAN PERTAMA



(  gunung gede 2958 Mdpl )

 

                Pada hari itu tercatat pada tanggal 9 agustus 2014, Saya mendaki bersama bang adin,bang fauzi,dan bang ucup
            Pada awalnya Saya sempat merasa ragu dalam memutuskan mau ikut atau tidak.?
Lalu Saya memberanikan diri saja untuk ikut mendaki karna saya dari kecil ingin mendaki gunung, untuk mendapat pengalaman.
            Pas jam setengah enam pagi saya siap-siap packing barang untuk berangkat. Perjalanan pertama, saya naik angkutan umum ke titik dimana memulai pendakian. Kami mendaki dengan jalur ilegal, karena saat itu gunung gede sedang di tutup untuk memulihkan kawasan gunung gede( penutupan rutin ).
            Pendakian di mulai dari kp.rasamal (gede) itu daerah di kaki gunung gede yang berada di jalur jalan rancagoong – warung jengkol.
            Saya berhenti di sebuah warung untuk membeli logistik dan makanan ringan, dan mempersiapkan untuk memulai pendakian, awal pendakian kita menyusuru jalan aspal dan berakhir di lapangan bola, dari lapangan bola kita mulai menyusuri jalur setapak
            Seasampainya di kebunteh kami sempat salah jalan dan mulai kebingungan di area perkebunan teh. Lalu saya menanyakan kepada warga sekitar arah yang benar, meskipun saya bersama orang yang sudah berpengalaman tapi perjalanan tidak semulus yang saya bayangkan, kawasan kebun teh-pun sudah kulalui dan saya bersama bang adin, bang ucup, dan bang fauzi mulai memasuki kawasan hutan.
Meskipun ke hutan tapi tidak tersesat karna sudah ada jalan untuk di lewati, perjalanan mulai terhenti di sebuah mata air untuk mengisi perut yang kelaparan yang sedari pagi tidak di isi makan dan untuk meregangkan otot kaki yang pegal karna sudah berjalan begitu jauh.
            Tidak lama kami melanjutkan perjalanan-nya lagi. Tetapi lagi-lagi saya berhenti karna ada sahabat saya yang merasa kakinya pegal dan haus beristirahat terlebih dahulu.
Meskipun perjalanan bayak terhentinya tapi sedikit-sedikit kami memasuki lebih dalam hutan. Saya dan ketiga sahabat saya terkejut saat saya mendengar ada suara manusia dan gonggongan anjing. Saat saya merasa takut dengan adanya suara tersebut, lantas sudah itu saya menemukan darimana asal suara tersebut, ternyata ada 3 orang pemburu yang sedang mencari hewan buruan.
            Hari mulai senja dan kakipun sudah tak sanggup lagi untuk berjalan, kami memutuskan untuk berkemah di tenga hutan, karena melihat cuaca yng sudah mulai gelap, kami pun lantas memasang tenda dan memasak nasi untuk kita makan,dan tidak lupa kami solat dzuhur dan asar dengan cara tayamum.
            Hari mulai gelap dan langitpun berubah menjadi hitam, saat itu tak ada yang bisa kita lakukan, untunglah ada bang ucup  yang bawel dari semenjak kita naik, yang memecahkan kesunyian malam menjadi luapan keter-tawaan, pada saat itu saya merasa takut saat pertamakali kemah di tenga hutan, dan sayapun tidak tahan akan dinginnya cuaca di tengah hutan, meskipun saya memakai baju tiga lapis,sarung,dan sleepingbag tapi saya tetap merasa kedinginan. Meskipun begitu rasa kantuk sudah tidak bisa ku bendung lagi, lantas saat itupun saya langsung tertidur pulas.
            Sekitar tengah malam, bang adin terbangun dari tidurnya karena mendengar suara kaki berjalan dan melihat bayangan hitam yang melintas di tenda kita, karena kami nenda di jalur pendakian. Hehe maklum sudah terlalu cape. Bang adin tidak berani mengecek karena hari lalurt malam banget dan suasana mencekam karena takut.
            Pagi harinya sekitar pukul setengah lima saya bangun untuk melaksanakan solat subuh, baru kali ini saya mendapatkan hiburan gratis, saat burung-burung berkicaw dan matahari sedikit-sedikit menembus rimbunnya dedaunan dan angin yang menghembus segar.....
            Kemudian kami membuat api unggun  untuk menghangatkan badan dan membuat sarapan pagi. Pas sedang sarapan kemudian bang adin menceritakan kejadian janggal semalam yang katanya ia mendengar dan meliat orang. 
“kalo dia pendaki, dia akan berhenti terlebih dahulu untuk meminta air” 
karena jalur yang kita lewati hanya ada 1 mata air yaitu yang dibawah tadi, dan pada jam setengah delapan pagi kami membereskan tenda untuk bergegas melanjutkan perjalanan, lalu pada tengah perjalanan kami kehabisan air minum, karena bang ucup dang bang fauzi merasa haus akhirnya dia meminum air embut yang ada pada botol air yang tegeletak di jalur, meski kondisi air dikatakan tidak layak minum.
            karna kita naik semakin tinggi udarapun semakin menipis, dan saya pun sempat berputus asa,    tetapi saya selalu di beri semangat oleh ke tiga teman saya..
            Dan penantianpun hampir sampai, kami sampai di puncak gemuruh... disitu kami sempat kesusahan untuk mencari air minum karna mata airnya sudah kering karna musim kemararau,dan kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke taman surya untuk mencari air...
            Kita harus turun bukit karena surya kencana itu lembah yang di apit oleh 2 puncak

Dan akhirnya kami sampai di taman surya dan menemukan sumber mata air, lalu kami pun bergegas memasang tenda, karna kalau naik ke puncak gede tidak memungkinkan karna hari sudah menjelang siang.
Di taman surya kami istirahat begitu lama, pada hari itu cuaca sangat terik, lalu kami meneduh di suatu pohon, dan ternyata pohon itu ada buahnya yaitu arben lalu tampa basa basi kami pun memetik arben itu, dan waktu saya memetik arben, karna saking enaknya saya sampai menginjak poop manusia “muak” .pengalaman yang paling menjijikan “sial” sembari bergegas ke mata air..lalu saya bergegas mencuci kaki saya. Lalu saya kembali kepohon itu untuk meneduh kembali.
Pas saya meneropong keindahan taman surya, saya melihat asap putih pekat, kirain saya itu kabut tebal.... lalu 2 teman saya menghampir asap pekat itu.. dan teman saya terejut dengan adanya api yang membakar tanaman ... lalu teman saya bergegas memadamkan api dan meanggil saya bang ucup..
 “ wey ada kebakaran tuh disitu, bawa air dalam botol yang sekiranya kamu bisa bawa, dan bawa ranting untuk memadamkan api” . 
karena lokasi kebakaran sangat jauh dari tenda. Airpun sedikit demi sedikit di minum di jalan “ aus coy “ 
tetapi kita lanjut untuk memadamkan api.
            Saya terkejut pas saya melihat lahan yang terbakar itu  cukup besar diameternya sekitar 10 x 20  m2  dan semakin membesar karena angin yang berhembus kencang, lalu saya memadamkannya, dengan bersusah payah akhirnya lahan itu bisa dipadamkan oleh kami, lalu saya pulang ke tenda, tapi bang.adin sama bang ucup tidak pulang ketenda mereka melihat ada asap yang sama, dan perkiraannya pun benar ada kebakaran lagi, kebakaran itu lebih besar dari yang pertama hampir menghabiskan tanaman edelwais (buga abadi).. tetapi mereka berhasil memadamkan api tersebut....
            Hari semakin sore menjelang malam... kami pun menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh dan mencegah dari binatang buas dan memasak makanan untuk makan sore..
            Usut punya usut kebakaran itu disebab puntung rokok pendaki yang mau pulang yang masih hidup dan tertiup angin, karena cuaca terik akirnya api menyebar begitu cepat dan membakar ilalang.
            Hari semakin senja, pada hari itu di surya kencana cuman ada kami ber 4 yang ada di sana, kami pun bergegas masuk ke tenda karena cuaca semakin dingin.
            Salah satu teman saya melihat ada yang bergerak-gerak di semak-semak 
“itu apaan tuh besar banget” kata bang .ucup...
 “ah itu paling rusa” kata bang fauzi sembari meneropong... 
“ bukan itu babi hutan, lihat moncongnya sangat panjang” kata bang.adin sembari menutup tenda....
 kiranya itu tikus gunung,, eh pas di teropong ternyata itu babi hutan yang sangan besar, kami pun ketakutan karna saking besarnya itu babi hutan, sempat memutus kan kami besok ga jadi naik ke puncak gunung gede karna saking takutnya, tetapi bukan hanya babi hutan saja yang ada pada malam itu ternyata ada anjing hutan pula, suasana semakin mencekam ketika anjing itu menggonggong, kami pun berdoa kepada alloh untuk meminta perlindunga dari binatang buas itu,, lalu bang.adin memimpin doa itu, dan bang,ucup sama bang.fauzi pun menyalakan kembali api unggun yang tadi sempat padam... karna kami lelah karna tadi memadamkan api kami pun tidur dengan situasi hati yng tidak tenang...
            “sebenarnya kami pas waktu sore waktu pulang memadamkan api mendengar suara yang keras yang menyeru di puncak gemuruh, tetapi kami tidak menjawabnya dan salah satu dari teman kami menyebut kata-kata kotor(kebun binatang)”
            Pas jam setengah dua dini hari saya mendengar suara gonggongan anjing itu lagi 
“bang deden takut” sembari menggigil kedinginan... 
“jangan takut !! sudah tidur lagi ajah” sembari mengelus kepalku.....
 dan pada subuh akhirnya anjing itu pun pergi... dan kami pun mekatakan “alhamdulillah anjing itu sudah pergi”
            Lalu kami solat subuh dan merebus mie untuk sarapan.. dan persiapan untuk mendaki ke puncak gunung gede...
dan pada jam enam pagi kami mulai berjalan ke puncak gunung,, sempat ada beberapa kendala pada pendakian itu, kendala itu adalah sesaknya nya napas karna udara semakin menipis,, setelah berjalan sekitar satu jam lebih kami pun sampai ke puncak gede itu,,,
akhirnya perjalanan dan rintangan yang sangat menantang dan banyak  itu terbayar lunas saat melihat pemandangan di puncak gunung gede “subhanalloh maha besar alloh” Saya takjub dengan keindahan ciptaan alloh ini,,, angin kawah menghembus badan angin yang meniup badan seakan melayang dan pemandangan yang di sajikanpun sangat indah....setelah menikmati pemandangan kami pun poto-poto sebagai kenangan.. dan menelusuri kawah puncak gunung gede...
di puncak gunung gede kami tidak lama setelah poto-poto kami pun turun kembali ke tenda setelah kami sampai kembali ke tenda kami menyempatkan untuk memetik arben untuk mengganjal perut,
setelah ke tenda kami membereskan tenda dan bergegas untuk pulang ke rumah,, dalam perjalanan ke rumah tidak sesusah naik gunung,, track pulang ke rumah haya turun . karena kami ilegal kami tidak berani untuk melewati jalur ke bascamp gunung putri. Kamipun memutuskan untuk melewati jalur perkebunan warga yang jauhya kebangetan, tetapi pas sesampai-nya di pasir cina kami harus berjalan kaki sangat jauh lagi untuk sampai ke simpang raya... kami berjalan ada sekitar 10 km dari kaki gunung gede untuk sampai ke simpang raya(jalan besar) untuk naik buss...menuju pulang ke rumah.
Jadi intinya kalau kamu ingin naik gunung kamu harus menyiapkan peralatan, kondisi, logistik dan hari yang baik. Dan mendakilah sesuai jalur yang di sediakan jangan tiru adegan kami yang nekad. Dan satu lagi di saat perjalanan kita tidak boleh berbicara asal jeplak atau kotor karena bisa saja kamu menemui hewannya atau makhluknya, dan selalu di iringi dengan doa di setiap perjalanannya. 
SALAM LESTARI

berikut dokumentasi-nya :
mata air pertama




puncak gede dari puncak gemuruh


inilah kita

lokasi kebakaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar